SELAMAT MEMBACA !!!
1. Sistem informasi manajemen (SIM) (management information system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi
biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain
yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi.
Jenis-jenis Sistem informasi manajemen (SIM) :
- Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
- Sistem informasi akademik (academic information systems), menyediakan informasi tentang proses pendidikan yang sedang berjalan di suatu akademi/sekolah/perguruan.
- Sistem informasi pemasaran (marketing information systems),
menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan,
kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain
sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
- Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
- Sistem informasi personalia (personal information systems).
- Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
- Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
- Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
- Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
- Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
- Sistem informasi analisis software
- Sistem informasi teknik (engineering information systems).
- Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information systems).
2. Use case adalah rangkaian/uraian sekelompok yang saling terkait dan
membentuk sistem secara teratur yang dilakukan atau diawasi oleh sebuah
aktor. Use case digunaka untuk membentuk tingkah laku benda/thing dalam
sebuah mode serta direalisasikan oleh sebuah collaborator, umumnya use
case digambarkan dengan sebuah elips dengan garis ynag solid, biasanya
mengandung nama. Use case menggambarkan proses system (kebutuhan system
dari sudut pandang user). secara umum use case adalah:
- Pola perilaku system
- Urutan transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh actor
Use case diagram terdiri dari
- Use case
- Actor
- Relationship
- System boundary boxes
- Packages
Contoh Use Case
Badan geofisika dan meteorologi ingin membangun sebuah sistem ramalan
cuacu berbasis web (yang sudah mendukung pemograman berorientasi objek)
sistem ini akan memprediksi tiga nilai berikut :
- Curah hujan
- Suhu udara
- Arah angin dan kecepatanya
Informasi setiap ibu kota provinsi selama 10 tahun terakhir terekam dengan baik.
Curah hujan sesungguhnya yang terjadi di hari itu, suhu udara dan arah
angin direkam oleh petugas BMG di setiap ibu kota provinsi. Untuk para
pengguna ramala cuaca, ada fasilitas melihat cuaca denga terlebih dahulu
memliih kota yang akan dilihat.
Dari narasi diatas terdapat dua actor yaitu petugas BMG dan
pengguna(user) dan tujuh Use case yaitu curah hujan, suhu udara, arah
mata angin dan kecepatan, olah data ramala cuaca, rekam data ramalan
cuaca, melihat ramalan cuaca dan memlih ibu kota provinsi, untuk membuat
use case anda bisa menggunakan software seperti Astah Profesional.
Maka hasil dari narasi diatas use casenya adalah sebagai berikut:
3. Level-level Manajemen
Level-level dalam manajemen
Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta
penyusunan staf namun dari sisi tingkat atau level manajemen dapat
dibagi menjadi tiga / 3 macam, yakni :
1. Manajer Puncak / Top Manager
Tanggung
jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan
dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan,
keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu perusahaan.
Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan perusahaan lain dan
pemerintah.
2. Manajer Menegah / Middle Manager
Manajer
tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer lini
pertama. Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan
serta keputusan yang diambil oleh manajer tingkat atas atau puncak.
3. Manajer Lini Pertama / First-Line Manager
Manajer
tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para
karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah
diambil oleh manajer puncak dan menengah telah dijalankan dengan baik.
Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta dalam proses
pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.
Tambahan Hierarki Manajemen :
Dari
sisi jumlah, jumlah dari atas ke bawah berbentuk kerucut atau piramida,
yaitu semakin tinggi level atau tingkatan seorang manajer, maka semakin
sedikit jumlah manajer pada tingkatan tersebut.
Manajer
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.
Tingkatan manajer
Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan
menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini
pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah
karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak). Berikut ini
adalah tingkatan manajer mulai dari bawah ke atas:
- Manejemen lini pertama (first-line management),
dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen
tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan
non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering
disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
- Manajemen tingkat menengah (middle management),
mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan
manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya.
Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian,
pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
- Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).
Meskipun
demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya
dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada
organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang
dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu
proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.